Amanah Netizen di Kamp Pengungsian Rohingya Sabtu (16/9) lalu, layanan kesehatan gratis Aksi Cepat Tanggap kembali menyapa para pengungsi baru yang ada di Bangladesh. Kali ini di Kamp Shamlapur, Teknaf, Distrik Cox’s Bazar. Berdasarkan penjelasan Rahadiansyah, Koordinator Tim SOS Rohingya ACT di Bangladesh, Kamp Shamlapur menampung lebih dari 10 ribu pengungsi. Namun, sebagai pengungsi tanpa status kewarganegaraan dan sumber finansial yang mencukupi, membuat mereka sulit mendapatkan akses kesehatan di luar kamp pengungsian. “Mereka tidak bisa ke luar kamp pengungsian dan mendapatkan fasilitas kesehatan di rumah sakit di Bangladesh. Karena itu, kami coba hadirkan layanan kesehatan itu langsung di kamp mereka. Ini cara kami memuliakan mereka, para pengungsi Rohingya,” ungkap Rahadiansyah. Ikhtiar untuk membantu dan memuliakan para pengungsi Rohingya di Shamlapur juga tak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia. Layanan kesehatan Sabtu lalu merupakan amanah dari netiz...
Ratusan ribu warga Muslim Rohingya yang lari dari konflik di negara bagian Rakhine State, Myanmar nasibnya semakin suram. Mereka mengalami kelaparan dan diserang berbagai penyakit. Para pengungsi ini tinggal di tenda-tenda darurat di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Minggu (17/9/2017), para pengungsi Rohingya membutuhkan makanan, air bersih serta bantuan kesehatan. Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan jumlah pengungsi sudah mencapai 409 ribu orang sejak konflik meledak sejak akhir Agutus lalu. PBB menyebut kekerasan yang menimpa warga muslim Rohingnya sebagai pembersihan etnis. Yakni istilah yang menggambarkan upaya sistematis untuk menyingkirkan kelompok etnis tertentu, baik pengusiran, deportasi, maupun pembunuhan. Warga Muslim Rohingya sejak lama sudah mengalami persekusi dan diskriminasi. Bahkan Pemerintah Myanmar tidak menganggap mereka sebagai warga negara, meskipun telah menetap selama tiga gener...